Ketika sang surya datang
dari ufuk timur
Kau datang. . .
Mengintip keada'an
Memberi segumpal harapan
Kau sinari perjalan ku
Tapi tak d'sangka memupus asa
Kini engkau berubah,kehangatan mu berubah menjadi cahaya panas membara
Menyengat,dalam hati
sakit,panas,benci. .
Kian lama kian kau jauh'i driku
Jauh dari hariku
Cahaya u kini redup
mungkin kau ingin meninggalkanku
Tertanya semua benar
kini kau telah tiada
tergantikan akan sinar rembulan yang tersamar dalam kegelapan malam
menengkan jiwa
meski cahaya nya tak seterang mentari
tapi setia temani malam sepi,nan sunyi ini tanpa mentari
meski tak terpungkiri cahaya'nya tebayang diwajah rembulan.
rembulan mungkin hanya pelampiasan hati,karena ku sadari dia
telah memiliki pendamping sejati sang bintang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar